Nanga Abai Singkai Dikumpulkan oleh Lili

Bukit Baong dan Bukir Kelaham

Bukit Baong dan Bukir Kelaham

Bukit Bong dan Bukir Kelaham

1:34 menit

Dahulu kala, di sebuah wilayah yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari lanskap Kalimantan Barat, hiduplah dua bukit raksasa yang saling berdekatan. Kedua bukit itu dikenal dengan nama Bukit Bawang dan Bukit Kelaham, nama yang kemudian berubah menjadi Bukit Kelam. Mereka berdiri kokoh, menjadi saksi bisu bagi zaman yang telah berlalu, jauh sebelum ingatan manusia modern terbentuk.

Namun, bukit-bukit ini bukanlah sekadar gumpalan tanah dan bebatuan biasa yang pasif. Masyarakat setempat percaya bahwa setiap bukit memiliki penunggu, entitas gaib yang bersemayam di dalamnya dan memiliki kekuatan luar biasa. Para penunggu inilah yang menjadi jiwa dari bukit-bukit tersebut, menguasai dan melindungi keberadaan mereka dengan kekuatan tak terhingga.

Pada suatu masa, entah apa pemicunya yang pasti, sebuah perselisihan besar pecah di antara kedua bukit tersebut. Pertengkaran ini bukanlah adu mulut biasa, melainkan konflik kekuatan antara dua entitas perkasa yang masing-masing memiliki kehendak dan kekuasaan. Ketegangan yang memuncak akhirnya mengarah pada sebuah konfrontasi yang tak terhindarkan.

Pertikaian itu kemudian berujung pada sebuah tantangan yang mengerikan, sebuah adu kekuatan yang tak biasa. Mereka memutuskan untuk saling menguji tendangan, sebuah cara untuk membuktikan siapa di antara mereka yang memiliki daya hancur paling besar. Masing-masing ingin menunjukkan dominasinya dan siapa yang paling pantas dihormati di antara keduanya.

Dalam pertarungan yang mendebarkan itu, Bukit Bawang menjadi pihak pertama yang menerima serangan. Bukit Kelaham melancarkan tendangan pembuka yang dahsyat, menghantam Bukit Bawang. Konon, Bukit Bawang sempat terdorong dan seolah meluncur ke bawah, seperti daun yang terlepas dan melayang dari langit, menunjukkan seolah ia mudah digeser.

Namun, penampakan awal yang mungkin terlihat seolah Bukit Bawang mudah ditaklukkan itu hanyalah sebuah tipuan. Setelah menerima tendangan pertama, penunggu Bukit Bawang segera memperlihatkan kekuatannya yang sesungguhnya. Seketika itu pula, menjadi sangat jelas bahwa bukit ini bukanlah entitas sembarangan yang bisa diremehkan begitu saja.

Penunggu Bukit Bawang adalah sosok yang sangat berkuasa, memiliki kekuatan yang tak terbatas dan tidak dapat dipandang sebelah mata. Energi yang semula tersembunyi kini terpancar jelas, menunjukkan bahwa ia siap membalas serangan dengan kekuatan yang jauh melampaui dugaan lawan. Aura kekuasaannya memenuhi seluruh arena pertarungan, menciptakan ketegangan yang mencekam.

Dengan kemarahan yang membara dan kekuatan yang tak tertandingi, penunggu Bukit Bawang melancarkan tendangan balasan yang maha dahsyat. Tendangan itu diarahkan langsung ke Bukit Kelaham, bukan lagi sekadar uji coba, melainkan serangan penuh dengan niat untuk melumpuhkan lawannya. Kekuatan hantaman tersebut sungguh luar biasa, mengguncang seluruh daratan.

Dampak dari tendangan Bukit Bawang sungguh mengerikan dan tak terbayangkan. Bukit Kelaham tidak mampu menahan hantaman tersebut dan hancur berkeping-keping akibat kekuatan yang luar biasa. Konon, ia patah menjadi tiga bagian yang terpisah, sebuah kehancuran total bagi sebuah bukit yang sebelumnya terlihat perkasa.

Setelah mengalami kerusakan yang begitu parah, Bukit Kelaham tidak lagi memiliki daya untuk membalas serangan. Rasa sakit yang luar biasa mungkin telah melumpuhkan seluruh kekuatannya, membuatnya tidak mampu bergerak atau melancarkan serangan balasan. Ia hanya bisa terdiam, menerima nasib pahitnya setelah pertarungan yang sengit.

Tidak hanya patah, Bukit Kelaham juga terlempar jauh akibat tendangan maha dahsyat dari Bukit Bawang. Ia terpental ke arah belakang, melayang tinggi di udara hingga akhirnya mendarat di suatu tempat yang kini berada di wilayah Sintang. Jarak yang sangat jauh itu menjadi bukti nyata betapa hebatnya kekuatan Bukit Bawang.

Demikianlah kisah pertarungan epik antara kedua bukit tersebut yang diceritakan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Konon, patahan tiga bagian dari Bukit Kelaham itulah yang kini menjadi wujud dari Bukit Kelam yang kita kenal sekarang. Bukit Kelam yang berdiri gagah itu adalah sisa-sisa dari pertarungan dahsyat di masa lampau, menyimpan jejak legenda yang tak lekang oleh waktu.