Poring Yusta Dikumpulkan oleh Gina

Cerita Kerja

Cerita Kerja

Cerita Kerja

1:25 menit

Kami, Suku Dayak Kebahan, memiliki sebuah prinsip hidup yang sangat kuat, terutama dalam hal berladang dan bekerja. Semangat gotong royong senantiasa menjadi landasan utama dalam setiap aktivitas kami sehari-hari. Kami saling membantu, karena bagi kami, gotong royong adalah inti dari kebersamaan dan persatuan.

Sejak dahulu kala, berbagai tahapan pekerjaan di ladang selalu kami lakukan secara bersama-sama, mulai dari membuka lahan hingga memanen hasilnya. Kami memulai dengan menebang pohon untuk membersihkan area, kemudian menebas semak belukar yang tumbuh liar, serta mencabut rumput-rumput pengganggu. Bahkan saat menugal atau menanam benih padi, hingga tiba waktunya memetik hasil panen, semangat kebersamaan itu tak pernah luntur.

Sistem kerja sama ini bukan hanya sekadar membantu, melainkan sebuah siklus saling memberi dan menerima yang terjalin erat dalam masyarakat. Setiap keluarga akan mendapat giliran untuk dibantu oleh warga lainnya, dan pada gilirannya, mereka pun akan membantu keluarga lain. Ini memastikan bahwa beban pekerjaan yang berat dapat dibagi rata dan diselesaikan dengan lebih ringan dan efisien.

Dalam kehidupan bermasyarakat kami, terkadang ada keluarga yang dianugerahi rezeki lebih, dengan ladang yang lebih luas dan hasil panen yang melimpah. Ketika kondisi demikian terjadi, kami yang memiliki kehidupan lebih sederhana akan turut serta membantu mereka. Kami bekerja di ladang-ladang mereka yang diberkahi dengan keberlimpahan hasil bumi.

Mereka yang mendapatkan panen padi dalam jumlah besar biasanya akan mengajak kami untuk turut bekerja bersama di ladang mereka. Ini adalah bentuk undangan yang tulus, sekaligus kesempatan bagi kami yang sedang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Dengan demikian, kami yang memiliki kehidupan yang susah dapat bekerja di tempat mereka yang hidupnya lebih berkecukupan, menciptakan keseimbangan dalam komunitas.

Semangat gotong royong ini tidak hanya terbatas pada urusan ladang dan pekerjaan sehari-hari semata. Ketika tiba saatnya kami mengadakan gawai, atau acara adat penting lainnya, prinsip saling membantu ini juga tetap kami junjung tinggi. Setiap tetangga akan datang untuk menawarkan bantuan, memastikan setiap perayaan berjalan lancar dan meriah.

Khususnya para tetangga yang berdekatan, ikatan persaudaraan mereka begitu kuat dalam setiap kesempatan gawai. Mereka akan saling bergotong royong, baik dalam persiapan maupun pelaksanaan acara adat yang penting. Bantuan itu bisa berupa tenaga dalam menyiapkan hidangan, ide untuk mengatur jalannya acara, atau bahkan bahan-bahan yang diperlukan untuk merayakan adat.

Intinya, persatuan di Desa Poring ini masih sangat kokoh dan tak tergoyahkan oleh zaman. Semangat kebersamaan dan kekeluargaan telah mendarah daging dalam setiap sendi kehidupan kami sebagai Suku Dayak Kebahan. Ikatan kekeluargaan yang erat menjadi pondasi utama keharmonisan dan kekuatan masyarakat kami.

Persatuan ini semakin terasa kuat, terutama saat ada warga yang sedang mengalami kesusahan atau dilanda duka cita yang mendalam. Kami akan segera berkumpul, memberikan dukungan moral dan bantuan praktis yang diperlukan oleh keluarga yang berduka. Dalam momen-momen sulit seperti itu, solidaritas dan kepedulian kami tidak pernah padam.

Ketika ada salah satu warga kami yang meninggal dunia, Adat Budaya kami selalu kami laksanakan dengan penuh penghormatan dan ketaatan. Berbagai ritual dan tradisi leluhur senantiasa kami bawa dan laksanakan, seperti upacara 'bealu-alu' yang khidmat. Ini adalah cara kami menghormati mendiang dan menjaga warisan nenek moyang agar tidak lekang oleh waktu.

Selain itu, pada saat-saat berkabung seperti itu, kami juga sering mengadakan permainan 'bola api' sebagai bagian dari ritual. Tradisi unik ini menjadi bagian tak terpisahkan dari ritual duka kami yang penuh makna dan simbolisme. Ini menunjukkan betapa kaya dan beragamnya adat istiadat kami dalam menghadapi kematian, sebuah siklus alami kehidupan.

Di era modern ini, kami juga sering mendokumentasikan dan membagikan tradisi-tradisi kami tersebut kepada khalayak ramai. Melalui ponsel pintar, kami memosting berbagai kegiatan adat, terutama saat ada orang meninggal dunia, untuk berbagi dengan dunia luar. Ini adalah upaya kami untuk memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya Suku Dayak Kebahan kepada generasi mendatang dan masyarakat luas.