Kesah Segulang segatang
Kesah Segulang segatang
Dahulu kala, hiduplah dua orang bersaudara bernama Segulang dan Segatang. Pada zaman dahulu, permainan berbenturan gasing menjadi kegemaran utama saat musim panen padi tiba. Ketika musim panen itu datang, Segulang dan Segatang sangat bersemangat untuk ikut bermain berbenturan gasing bersama.
Namun, saat berbenturan gasing, kedua bersaudara itu menjadi sangat lupa diri. Mereka tidak ingat untuk makan dan tidak mematuhi perintah ibu bapaknya. Sikap mereka yang melalaikan makan dan mengabaikan perintah ini membuat ibu dan bapaknya merasa sangat marah.
Gara-gara rasa marah tersebut, sang ibu mengambil tindakan tegas terhadap peralatan main anak-anaknya. Ibunya mengambil gasing dan tali gasing milik mereka, lalu memasaknya di dapur. Sang ibu memasak gasing di dalam panci, sedangkan tali gasing dimasukkan dan dimasak di dalam kuali.
Setelah puas berbenturan gasing, perut kedua bersaudara ini mulai terasa sangat lapar. Mereka pun pulang ke rumah dan langsung menuju ke dapur untuk mencari makanan. Ketika membuka panci, mereka terkejut melihat ada gasing di dalamnya, dan saat membuka kuali, kuali tersebut berisi benda yaitu tali gasing.
Itulah kisah kedua saudara tersebut dalam menjaga dan mematuhi perintah orang tua. Peristiwa ini menjadi akhir dari kisah perkelahian gasing mereka. Begitulah kisah mengenai Segulang dan Segatang.